Jumat, 13 Januari 2012

Harapan

hey, minggu-minggu ini aku disibukkan dengan berbagai tugas dari setiap mapel, hingga masalah penerbitan majalah jusma. yah, memang sudah sewajarnya jika tugas itu harus diselesaikan dengan secepatnya dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

hmm, kemarin. erinda selaku temen Y ngobrol dengan gue. yah soal kado yang gue kasih ke Y dan dia ingin cerita soal masalah Y dengan gue.

''Y seneng banget loh sama kadonya, buat di mana?"
"di Semarang." gue menjawab sekenanya.
"oh, ada yang gue mau tanya sama loe?"
"apa?"
"loe tau kan masalah loe sama Y gara-gara si ****** cerita sesuatu ke Y? nah, si ****** cerita kalo loe dulu itu pernah pacaran dan overprotective bgt, terus udh ngehancurin si cewek loe dulu itu. emang betul yah?"
"engga, (akhirnya gue ceritain sesuai kejadian yang aku alamin, yg sebenarnya jauh beda dari cerita tsb)"
"oh, begitu.. si Y sekarang seperti di ujung jalan, cwok yg dia taksir ga peka sma dia, jadi masih ada harapan buat loe koq, ntar aku jelasin ke dia masalah loe yg sebenarnya. loe suka si Y dari MOS kan?"
"iya" gue nge jawab sekenanya
"katanya kamu mau pindah ya?"
"hi'eh" sambil ngangguk setuju
"kapan?"
"tunggu bokap"
"ok, ada baiknya loe ngungkapin rasa hati loe sebelum pindah. kamu belom nembak dia kan?"
gue menggeleng

gue sadar, sebenarnya erinda kasihan sama gue, gue yang tak kunjung bisa mendapatkan perhatian si Y. jujur, temen-temen gue bilang gini ke gue, "pip, napa sih loe ngemis-ngemis cinta dari si Y? kan masih banyak cewek di SMADA" andai mereka tau, kalo hatiku sudah tertuju pada satu orang dan susah sekali untuk membalikkanya. guru yang tau masalahku aja nyuruh aku agar mencari yang lain. tapi, ini soal perasaan, bukan sesuatu yang dibuat buat atau di sengaja.

andai dari dahulu aku bisa melupakannya. hidupku pasti lebih ceria dari ini. hidupku sekarang lebih mirip org yang bersandiwara, dari tampang luar biasa aja, dari dalam, hancur lebur... inilah awal kisahku di tahun baru ini yang mengenaskan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar